_"Yesus berkata kepadanya, 'Jika kamu bisa percaya, segala sesuatu adalah mungkin bagi dia yang percaya.'" (Markus 9:23, WEB-AI)_
Dalam hidup ini, kita sering dihadapkan pada situasi yang tampaknya mustahil: masalah yang tidak kunjung selesai, mimpi yang seolah jauh dari jangkauan, atau tantangan yang terasa terlalu berat. Namun, Yesus mengingatkan kita bahwa kunci untuk melihat kemungkinan dalam ketidakmungkinan adalah iman. Ketika kita percaya kepada-Nya, kita bukan hanya melihat dengan mata jasmani, tetapi dengan mata iman yang percaya bahwa Tuhan sanggup melakukan apa pun.
Percaya bukan hanya sekadar kata-kata atau perasaan sesaat. Percaya adalah sikap hati yang menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan, yakin bahwa Dia bekerja atas nama kita. Yesus tidak mengatakan bahwa segala sesuatu akan mudah, tetapi Dia menjanjikan bahwa segala sesuatu menjadi mungkin ketika kita percaya. Ini adalah undangan untuk melepaskan keraguan dan menggantinya dengan keyakinan bahwa Tuhan tidak pernah gagal.
Ketika kita memilih untuk percaya, kita membuka pintu bagi Tuhan untuk bekerja secara ajaib dalam hidup kita. Iman mengubah perspektif kita, menggeser fokus dari masalah kita kepada kuasa Tuhan yang tak terbatas. Percaya adalah langkah pertama untuk mengalami kemungkinan yang Tuhan sediakan bagi kita.
1. Identifikasi satu hal yang terasa mustahil dalam hidupmu saat ini. 2. Ambil waktu untuk berdoa dan serahkan hal itu kepada Tuhan dengan keyakinan bahwa Dia sanggup bekerja. 3. Mulailah hari ini dengan sikap percaya, mengingat bahwa Tuhan tidak terbatas oleh ketidakmungkinan kita.