"Tuhan menampakkan diri kepadaku di masa lalu, berkata, ‘Ya, aku telah mencintaimu dengan cinta abadi. Oleh karena itu aku telah menarikmu dengan cinta kasih.’" (Yeremia 31:3, WEB-AI)
Tuhan tidak sekadar mengatakan kasih-Nya—Ia bertindak. Kata "menarik" dalam ayat ini menggambarkan gerakan yang aktif dan penuh tujuan. Seperti seorang penenun yang dengan hati-hati menyatukan benang-benang menjadi kain indah, Allah menarik kita dengan ketekunan kasih-Nya, bahkan saat kita tak menyadarinya. Cinta-Nya bukan emosi sesaat, melainkan keputusan kekal yang menjadi fondasi relasi kita dengan-Nya.
Pernyataan "di masa lalu" mengingatkan kita bahwa kasih Tuhan mendahului segala pencapaian, kegagalan, atau respons kita. Ia mencintai kita sebelum kita layak dicintai. Ini melegakan: kita tidak perlu membuktikan diri layak menerima kasih-Nya, karena kasih itu sudah diberikan secara cuma-cuma. Yang tersisa adalah merespons dengan syukur dan percaya.
- Ingatlah satu momen hari ini di mana Anda merasakan "tarikan" kasih Tuhan—mungkin melalui firman, keindahan alam, atau kebaikan orang lain. - Tuliskan doa syukur sederhana atas kasih abadi Tuhan yang tak pernah berubah, meski keadaan berubah. - Lakukan satu tindakan kasih kepada orang yang sulit Anda kasihi, sebagai cerminan kasih Tuhan yang tak bersyarat.