"Daging dan hatiku gagal, tapi Tuhanlah yang menjadi kekuatan hatiku dan bagianku selamanya." (Mazmur 73:26, WEB-AI)
Ada saat-saat dalam hidup ketika kita merasa kehabisan tenaga. Tubuh lelah, emosi terkuras, dan semangat seperti padam. Pemazmur mengalaminya juga—ia merasakan kegagalan daging dan hatinya. Namun, di tengah keterbatasannya, ia menemukan kebenaran abadi: Tuhan adalah sumber kekuatan yang tak pernah habis.
Kekuatan kita terbatas, tetapi kekuatan Tuhan tanpa batas. Ketika kita merasa tak sanggup lagi, ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah kehabisan cara untuk menopang kita. Dia bukan sekadar memberikan kekuatan sementara, melainkan menjadi bagian kita selamanya—penopang sejati yang tetap setia bahkan ketika kita lemah.
Injil mengingatkan kita bahwa kelemahan manusia justru menjadi ruang bagi kuasa Allah dinyatakan (2 Korintus 12:9). Ketika kita mengaku lemah dan bergantung pada-Nya, kita mengalami betapa cukupnya kasih karunia-Nya.
1. Akui kelemahanmu—jangan berbohong dengan berpura-pura kuat. Berdoalah, "Tuhan, aku butuh Engkau hari ini." 2. Pegang janji Tuhan—ulangi Mazmur 73:26 sebagai pengingat saat lelah. 3. Beristirahat tanpa rasa bersalah—tubuh yang lelah adalah tanda untuk berhenti sejenak, bukan kegagalan.