Grace Daily

Syamua: Anak Daud yang Tercatat dalam Genealogi Israel

Syamua: Anak Daud yang Tercatat dalam Genealogi Israel
Syamua: Anak Daud yang Tercatat dalam Genealogi Israel ilustrasi

Ringkasan Kunci

Syamua adalah salah satu anak laki‑laki Raja Daud yang disebutkan dalam catatan genealogis Alkitab. Meskipun tidak banyak detail tentang kehidupannya, keberadaannya menegaskan betapa luasnya keturunan Daud dan peran penting setiap anggota keluarga dalam rencana Allah bagi Israel. Nama Syamua berarti ‘yang didengar’, menandakan harapan dan doa Daud atas generasi penerusnya.

Informasi Singkat

Detail:Syamua tercatat dalam 2 Samuel 5:14 dan 1 Tawarikh 3:5 sebagai salah satu anak Daud yang lahir di Yerusalem setelah Daud memindahkan ibukota ke kota suci itu. Ia merupakan anak dari istri Daud yang tidak disebutkan namanya secara eksplisit, sehingga identitas ibunya tetap menjadi misteri dalam narasi sejarah.

Detail:Sebagai anggota keluarga kerajaan, Syamua berada dalam lingkup politik dan rohani yang sangat sensitif pada masa transisi kepemimpinan Daud ke Salomo. Meskipun tidak terlibat dalam konflik yang melibatkan saudara‑saudaranya seperti Absalom atau Adonija, keberadaan Syamua menambah kompleksitas dinamika internal keluarga Daud yang sering kali dipengaruhi oleh ambisi dan intrik.

Detail:Dampak teologis Syamua terletak pada fakta bahwa setiap anak Daud, termasuk yang kurang dikenal, merupakan bagian dari perjanjian Allah dengan Daud (2 Samuel 7). Kehadirannya mengingatkan kita bahwa Allah memelihara setiap nama dalam garis keturunan Mesianik, dan bahwa keseluruhan silsilah itu penting bagi pemenuhan nubuat Mesias yang kelak datang melalui keturunan Daud.

⚡ Peristiwa Penting & Kronologi

Samuel 5:14 – Daud menambah jumlah istri‑istrinya dan melahirkan anak‑anak laki‑laki, termasuk Syamua, setelah menaklukkan Yerusalem.

Tawarikh 3:5 – Daud mencatat semua anaknya, menegaskan pentingnya dokumentasi genealogis bagi bangsa Israel.

Tawarikh 14:11 – Daud mengirim utusan ke seluruh Israel untuk memberitakan kemenangan atas orang Filistin; pada masa ini, generasi baru termasuk Syamua tumbuh dalam lingkungan militer dan rohani yang kuat.

Masa transisi ke Salomo (sekitar 970 SM) – Walaupun tidak disebutkan secara khusus, Syamua kemungkinan berada di antara generasi yang menyaksikan pergantian tahta, menambah konteks historis tentang stabilitas dinasti Daud.

🌱 Pelajaran Rohani & Penerapan

Setiap nama berharga*: Syamua mengajarkan bahwa Allah menghargai setiap individu, bahkan yang tidak mendapat sorotan utama dalam sejarah. Dalam kehidupan sehari‑hari, kita dipanggil untuk menghargai setiap orang di sekitar kita, mengakui nilai mereka di mata Tuhan.

Kepatuhan pada panggilan keluarga*: Keluarga Daud menjadi contoh penting tentang bagaimana generasi berikutnya harus melanjutkan warisan iman. Orang Kristen dapat meneladani komitmen ini dengan menumbuhkan iman dalam keluarga, mendidik anak‑anak dalam kebenaran, dan menjaga integritas moral.

Kesabaran dalam ketidakjelasan*: Karena sedikit informasi tentang Syamua, kita belajar bersabar menanti pengungkapan Allah. Hal ini relevan bagi orang percaya yang sering kali menghadapi situasi tidak jelas; iman tetap harus dipertahankan sambil menantikan petunjuk Ilahi.

Pengharapan dalam nama*: Nama ‘Syamua’ yang berarti ‘yang didengar’ mengingatkan bahwa doa‑doa kita tidak pernah sia‑sia. Setiap doa yang diucapkan kepada Allah, baik besar maupun kecil, didengar dan menjadi bagian dari rencana keseluruhan-Nya.

📖 Daftar Ayat Referensi

Sumber & Batasan Informasi

Artikel ensiklopedia ini disusun secara eksklusif berdasarkan teks Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Platform ini menghindari spekulasi sejarah eksternal atau tradisi sekuler non-alkitabiah guna menjaga kemurnian dan ketepatan materi teologis untuk studi Anda.