Ammishaddai – Tokoh Alkitab


Ringkasan Kunci
Ammishaddai adalah nama yang muncul dalam daftar suku Israel pada masa penghitungan bangsa di padang gurun. Ia disebutkan sebagai ayah dari Ahyiezer, pemimpin suku Dan, sehingga menandakan peran pentingnya dalam struktur keluarga dan kepemimpinan suku. Kehadirannya memberi gambaran tentang pentingnya garis keturunan dalam identitas bangsa Israel.
Informasi Singkat
Detail:Ammishaddai tercatat dalam Kitab Bilangan pasal satu dan dua, khususnya Bilangan 1:10 dan Bilangan 2:20, sebagai ayah dari Ahyiezer yang memimpin suku Dan. Nama Ammishaddai sendiri berarti ‘pembantu Allah’ atau ‘yang dipilih oleh Allah’, mencerminkan harapan teologis bahwa setiap kepala suku berada di bawah perlindungan dan bimbingan Ilahi.
Detail:Sebagai leluhur kepala suku, Ammishaddai berada dalam generasi yang menyaksikan peralihan Israel dari perbudakan di Mesir ke kehidupan nomaden di Sinai. Pada masa itu, setiap suku diorganisir menurut rumah leluhur, dan Ammishaddai menjadi titik referensi genealogis yang memastikan hak waris, tugas militer, dan peran keagamaan suku Dan.
Detail:Meskipun tidak ada narasi pribadi tentang tindakan Ammishaddai, keberadaannya dalam catatan resmi menegaskan pentingnya silsilah dalam teologi Israel. Ia menjadi contoh bagaimana Allah menghargai setiap individu dalam rencana keseluruhan, bahkan mereka yang hanya disebutkan secara singkat dalam teks.
⚡ Peristiwa Penting & Kronologi
Bilangan 1:10 – Penghitungan seluruh bangsa Israel di padang gurun; Ammishaddai disebutkan sebagai ayah Ahyiezer, menandai suku Dan dalam daftar kepala suku.
Bilangan 2:20 – Penetapan perkemahan suku Dan di sebelah utara, di mana Ahyiezer memimpin suku tersebut; Ammishaddai secara tidak langsung terlibat dalam penataan militer dan ibadah.
Masa penetapan suku-suku (sekitar tahun 1440‑1400 SM) – Struktur keluarga dan kepemimpinan yang diturunkan dari Ammishaddai menjadi dasar bagi organisasi sosial‑militer Israel selama 40 tahun di padang gurun.
🌱 Pelajaran Rohani & Penerapan
Ammishaddai mengajarkan bahwa setiap orang, sekecil apapun perannya dalam catatan sejarah, memiliki nilai di mata Allah. Dalam konteks gereja masa kini, hal ini mengingatkan kita untuk menghargai setiap anggota jemaat, termasuk mereka yang tidak selalu berada di sorotan publik. Keterlibatan Ammishaddai dalam silsilah menunjukkan pentingnya menghormati warisan rohani keluarga, mengajarkan generasi muda tentang identitas iman mereka. Selain itu, penataan suku‑suku Israel berdasarkan garis keturunan menekankan nilai keteraturan, disiplin, dan kerjasama dalam pelayanan bersama. Gereja dapat meneladani prinsip ini dengan membangun struktur pelayanan yang jelas, memanfaatkan talenta tiap individu, serta menjaga kesatuan dalam keragaman.
📖 Daftar Ayat Referensi
Sumber & Batasan Informasi
Artikel ensiklopedia ini disusun secara eksklusif berdasarkan teks Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Platform ini menghindari spekulasi sejarah eksternal atau tradisi sekuler non-alkitabiah guna menjaga kemurnian dan ketepatan materi teologis untuk studi Anda.