Grace Daily

Shua: Tokoh dalam Silsilah Suku Yehuda

Shua: Tokoh dalam Silsilah Suku Yehuda
Shua: Tokoh dalam Silsilah Suku Yehuda ilustrasi

Ringkasan Kunci

Shua adalah nama yang muncul dalam silsilah suku Yehuda, anak dari Hur dan cucu dari Yehuda sendiri. Meskipun catatan tentang kehidupannya singkat, Shua berperan penting sebagai leluhur beberapa tokoh yang kemudian menjadi bagian dari garis keturunan Mesias. Keberadaan Shua mengingatkan kita akan nilai setiap generasi dalam rencana keselamatan Allah.

Informasi Singkat

Detail:Shua tercatat dalam 1 Tawarikh 2:3-4 sebagai anak Hur, yang merupakan keturunan langsung dari Yehuda, suku pertama yang diberikan janji kepemilikan tanah Kanaan. Nama Shua berarti 'keselamatan' atau 'penyelamatan', yang secara simbolis menghubungkan dirinya dengan tema penebusan dalam Alkitab.

Detail:Keturunan Shua meliputi Attai, dan selanjutnya menurunkan garis yang mencakup tokoh-tokoh seperti Ketur, yang menjadi nenek moyang Daud. Dengan demikian, Shua berada dalam rantai genealogis yang mengarah pada Raja Daud dan akhirnya pada Yesus Kristus, Sang Mesias yang dijanjikan.

Detail:Dari sudut pandang teologis, keberadaan Shua menegaskan bahwa Allah bekerja melalui generasi demi generasi, bahkan melalui tokoh-tokoh yang tidak banyak disebutkan. Setiap nama dalam silsilah menandakan kepatuhan Allah terhadap janji-Nya kepada Abraham, Ishak, dan Yakub, serta menegaskan kesinambungan rencana keselamatan.

⚡ Peristiwa Penting & Kronologi

Tawarikh 2:3-4 mencatat Shua sebagai anak Hur, menandai posisinya dalam silsilah Yehuda pada masa pasca‑pembagian tanah Kanaan.

Keturunan Shua, termasuk Attai, muncul dalam 1 Tawarikh 2:10-11, menunjukkan kelanjutan garis keturunan yang akan menghasilkan tokoh‑tokoh penting.

Pada masa sebelum kerajaan Daud, silsilah ini menjadi dasar legitimasi politik dan rohani bagi para raja Yehuda, termasuk Daud sendiri yang menelusuri asal‑usulnya kembali ke Shua.

Dalam Injil Matius 1:1‑17 dan Lukas 3:23‑38, silsilah Yesus menelusuri kembali melalui Daud ke Yehuda, dan secara implisit melewati Shua sebagai bagian dari rantai itu.

🌱 Pelajaran Rohani & Penerapan

Shua mengajarkan bahwa setiap individu, sekecil apapun peran yang tampak, memiliki tempat dalam rencana Allah yang lebih besar. Dalam kehidupan sehari‑hari, kita dipanggil untuk menghargai warisan iman keluarga, menyadari bahwa tindakan kita dapat memengaruhi generasi berikutnya. Kesetiaan kepada Allah, meski tidak selalu mendapat sorotan, tetap menjadi benang merah yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Oleh karena itu, umat Kristen diundang untuk hidup dengan integritas, mengetahui bahwa Allah mencatat setiap langkah kita dalam sejarah keselamatan.

📖 Daftar Ayat Referensi

Sumber & Batasan Informasi

Artikel ensiklopedia ini disusun secara eksklusif berdasarkan teks Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Platform ini menghindari spekulasi sejarah eksternal atau tradisi sekuler non-alkitabiah guna menjaga kemurnian dan ketepatan materi teologis untuk studi Anda.