Grace Daily

Gera – Tokoh dalam Silsilah Alkitab

Gera – Tokoh dalam Silsilah Alkitab
Gera – Tokoh dalam Silsilah Alkitab ilustrasi

Ringkasan Kunci

Gera adalah nama yang muncul dalam catatan silsilah Alkitab, khususnya sebagai anggota suku Benyamin. Ia disebut sebagai leluhur beberapa tokoh penting, termasuk hakim Ehud dan raja Saul, sehingga perannya menonjol dalam rangkaian sejarah Israel.

Informasi Singkat

Detail:Gera tercatat dalam Kejadian 46:21 sebagai salah satu anak Benyamin, putra Yakub. Sebagai anggota suku Benyamin, ia menjadi bagian dari keluarga yang kemudian menyumbangkan tokoh‑tokoh penting dalam sejarah bangsa Israel.

Detail:Dalam 1 Samuel 9:1, Gera disebutkan sebagai nenek moyang Saul, raja pertama Israel, melalui garis ayahnya. Hal ini menegaskan bahwa keturunan Gera tidak hanya terbatas pada suku Benyamin, melainkan meluas ke kepemimpinan nasional yang mempengaruhi seluruh bangsa.

Detail:Gera juga merupakan ayah dari Ehud, hakim yang terkenal karena membebaskan Israel dari penindasan Moab (Hakim‑Hakim 3:15‑30). Keberhasilan Ehud menandai peran strategis keluarga Gera dalam memulihkan keadilan dan kebebasan bagi umat Allah.

⚡ Peristiwa Penting & Kronologi

Kejadian 46:21 – Gera tercatat sebagai salah satu anak Benyamin yang masuk ke Tanah Kanaan bersama Yakub dan keluarganya.

Hakim‑Hakim 3:15‑30 – Ehud, anak Gera, melaksanakan pembunuhan taktis terhadap Eglon raja Moab, memimpin Israel keluar dari penindasan.

Samuel 9:1 – Saul, keturunan Gera melalui garis ayahnya, diurapi menjadi raja pertama Israel, menandai transisi dari kepemimpinan hakim ke monarki.

Tawarikh 6:35 – Daftar keturunan Benyamin menyebutkan Gera sebagai nenek moyang keluarga yang melahirkan tokoh‑tokoh penting.

Samuel 2:8‑11 – Keturunan Gera, melalui garis Saul, terlibat dalam konflik internal Israel setelah kematian Saul, memperlihatkan dinamika politik yang dipengaruhi oleh silsilah.

🌱 Pelajaran Rohani & Penerapan

Kisah Gera mengajarkan bahwa Allah sering bekerja melalui garis keturunan yang tampak sederhana untuk mencapai tujuan ilahi yang besar. Setiap generasi dipanggil untuk meneladani iman leluhur, seperti Ehud yang berani melawan kezaliman, atau Saul yang dipanggil menjadi pemimpin meski kemudian mengalami kegagalan. Dalam kehidupan sehari‑hari, orang percaya dapat mengambil contoh bahwa warisan rohani tidak hanya berupa nama, melainkan sikap setia, keberanian, dan kesediaan melayani Tuhan dalam konteks masing‑masing. Menghargai sejarah keluarga rohani dapat memperkuat identitas iman dan memotivasi generasi selanjutnya untuk melanjutkan panggilan Allah.

📖 Daftar Ayat Referensi

Sumber & Batasan Informasi

Artikel ensiklopedia ini disusun secara eksklusif berdasarkan teks Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Platform ini menghindari spekulasi sejarah eksternal atau tradisi sekuler non-alkitabiah guna menjaga kemurnian dan ketepatan materi teologis untuk studi Anda.