Anak yang Hilang


Ringkasan Kunci
Anak yang Hilang adalah salah satu perumpamaan terkenal yang disampaikan oleh Yesus Kristus dalam Injil Lukas. Perumpamaan ini menggambarkan kasih sayang dan kerelaan Bapa surgawi untuk menerima kembali anak-Nya yang telah berdosa dan menyimpang dari jalan yang benar. Dalam perumpamaan ini, Yesus mengisahkan seorang ayah yang memiliki dua orang anak, dan anak bungsu meminta bagian warisan kepada ayahnya, lalu pergi ke negeri jauh dan hidup boros sampai habis hartanya.
Informasi Singkat
Detail:Perumpamaan Anak yang Hilang tercatat dalam Injil Lukas pasal 15 ayat 11
Detail:32. Perumpamaan ini disampaikan oleh Yesus sebagai bagian dari rangkaian perumpamaan tentang hal kehilangan dan pertobatan, termasuk perumpamaan tentang domba yang hilang dan perumpamaan tentang dinar yang hilang. Tujuan Yesus menyampaikan perumpamaan ini adalah untuk menekankan kerelaan Allah untuk menerima kembali orang
Detail:orang berdosa yang bertobat dan kembali kepada
Detail:Nya.
⚡ Peristiwa Penting & Kronologi
Dalam perumpamaan Anak yang Hilang, seorang ayah memiliki dua orang anak. Anak bungsu meminta bagian warisan kepada ayahnya dan pergi ke negeri jauh. Di sana, ia hidup boros sampai habis hartanya. Ketika ia sudah tidak memiliki apa-apa lagi, ia memutuskan untuk kembali kepada ayahnya dan memohon ampun atas dosa-dosanya. Ayahnya, yang telah menantikan kedatangan anaknya, menyambutnya dengan hangat dan mengadakan pesta untuk merayakan kepulangannya. Sementara itu, anak sulung merasa tidak adil karena ayahnya lebih memperhatikan anak bungsu yang telah berdosa daripada dirinya yang selalu setia.
🌱 Pelajaran Rohani & Penerapan
Perumpamaan Anak yang Hilang mengajarkan kita tentang kasih sayang dan kerelaan Allah untuk menerima kembali orang-orang berdosa yang bertobat. Perumpamaan ini juga menekankan pentingnya pertobatan dan kembali kepada Allah. Kita harus menyadari bahwa kita semua adalah anak-anak yang hilang dan membutuhkan kasih sayang dan pengampunan dari Bapa surgawi. Oleh karena itu, kita harus selalu bersedia untuk bertobat dan kembali kepada-Nya, dan menerima kasih sayang dan pengampunan-Nya dengan hati yang terbuka.
📖 Daftar Ayat Referensi
Sumber & Batasan Informasi
Artikel ensiklopedia ini disusun secara eksklusif berdasarkan teks Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Platform ini menghindari spekulasi sejarah eksternal atau tradisi sekuler non-alkitabiah guna menjaga kemurnian dan ketepatan materi teologis untuk studi Anda.