Kematian Peleg: Analisis Teologis dan Kronologis


Ringkasan Kunci
Kematian Peleg merupakan peristiwa penting dalam sejarah keagamaan yang dicatat dalam Alkitab, khususnya dalam kitab Kejadian. Peleg, cucu Henokh dan putra Rehu, hidup selama 239 tahun sebelum meninggal. Kematian Peleg memiliki makna teologis yang mendalam, terutama dalam konteks kepercayaan akan kehidupan kekal dan pengharapan akan keselamatan.
Informasi Singkat
Detail:Peleg lahir ketika ayahnya, Rehu, berusia 35 tahun, dan memiliki seorang putra bernama Rehu ketika Peleg berusia 30 tahun. Ini menunjukkan bahwa Peleg adalah bagian dari garis keturunan yang penting dalam sejarah keagamaan, terutama karena keturunannya yang melanjutkan garis keturunan setelah banjir besar.
Detail:Kematian Peleg terjadi dalam konteks sejarah yang unik, di mana umat manusia masih dalam proses pemulihan dan perkembangan setelah peristiwa banjir besar. Ini memberikan latar belakang yang penting untuk memahami makna kematian Peleg dalam perspektif teologis.
Detail:Dalam konteks teologis, kematian Peleg juga terkait dengan tema umum dalam Alkitab tentang kematian dan kehidupan kekal. Ini menekankan pentingnya iman dan kepercayaan kepada Tuhan sebagai sumber harapan dan keselamatan bagi umat manusia.
⚡ Peristiwa Penting & Kronologi
Peleg lahir pada tahun 1757 SM, menurut perhitungan tradisional, dan hidup selama 239 tahun, yang berarti meninggal pada tahun 1518 SM.
Selama hidupnya, Peleg menyaksikan perkembangan umat manusia pasca-banjir besar, termasuk pembangunan menara Babel dan pemisahan bahasa.
Kematian Peleg juga menandai akhir dari generasi yang hidup sebelum peristiwa penting dalam sejarah keagamaan, seperti kelahiran Abraham, yang kemudian menjadi tokoh sentral dalam Perjanjian Lama.
🌱 Pelajaran Rohani & Penerapan
Kematian Peleg mengingatkan kita akan kenyataan bahwa hidup di dunia ini sementara, dan setiap orang akan mengalami kematian. Ini menekankan pentingnya mempercayakan diri kepada Tuhan dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya, sehingga dapat memperoleh hidup kekal. Pelajaran ini juga mengajarkan kita untuk menghargai waktu yang ada dan menggunakan hidup kita untuk melayani dan memuliakan Tuhan.
📖 Daftar Ayat Referensi
Sumber & Batasan Informasi
Artikel ensiklopedia ini disusun secara eksklusif berdasarkan teks Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Platform ini menghindari spekulasi sejarah eksternal atau tradisi sekuler non-alkitabiah guna menjaga kemurnian dan ketepatan materi teologis untuk studi Anda.