Grace Daily

Paskah

Paskah
Paskah ilustrasi

Ringkasan Kunci

PASKAH

Ringkasan: Paskah adalah perayaan tahunan yang diperintahkan Allah kepada bangsa Israel untuk memperingati pembebasan mereka secara ajaib dari perbudakan di Mesir. Perayaan ini didasarkan pada peristiwa malam ketika Malaikat Maut melewati rumah-rumah Israel yang ambang pintunya diolesi darah domba, menyelamatkan anak-anak sulung mereka, sementara anak-anak sulung Mesir binasa. Paskah melambangkan penebusan, pengorbanan, dan perjanjian Allah dengan umat-Nya, menunjuk pada penggenapan yang lebih besar dalam Yesus Kristus.

Informasi Singkat

Paskah (Ibrani:

Detail:Pesakh

Detail:) adalah salah satu perayaan terpenting dalam kalender keagamaan Israel kuno. Perayaan ini ditetapkan oleh Allah sendiri di Mesir, sesaat sebelum eksodus bangsa Israel. Paskah dirayakan pada tanggal 14 bulan Nisan (atau Abib), diikuti oleh Perayaan Roti Tidak Beragi selama tujuh hari. Inti dari perayaan ini adalah penyembelihan dan pemakan domba jantan atau kambing yang tidak bercacat, serta penggunaan roti tidak beragi dan sayuran pahit. Paskah bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi juga sebuah tindakan ketaatan dan pengingat akan kesetiaan Allah dalam menepati janji

Detail:janji

Detail:Nya. Perayaan ini juga memiliki makna profetis yang dalam, menunjuk kepada Yesus Kristus sebagai Anak Domba Paskah yang sejati.

⚡ Peristiwa Penting & Kronologi

Penetapan Paskah (Keluaran 12:1-28): Allah memberikan instruksi terperinci kepada Musa dan Harun mengenai penetapan Paskah. Setiap keluarga harus mengambil seekor domba jantan atau kambing berusia satu tahun, tanpa cacat, pada tanggal 10 bulan Nisan. Pada tanggal 14, hewan itu harus disembelih menjelang malam. Darahnya harus dioleskan pada ambang atas dan kedua tiang pintu rumah. Dagingnya harus dipanggang dan dimakan pada malam itu juga bersama roti tidak beragi dan sayuran pahit. Tidak ada sisa yang boleh dibiarkan sampai pagi; jika ada, harus dibakar. Mereka harus makan dengan sigap, berpakaian lengkap, siap untuk perjalanan, karena itu adalah Paskah Tuhan. Allah menyatakan bahwa pada malam itu Dia akan melewati tanah Mesir, membunuh semua anak sulung manusia dan hewan, tetapi Dia akan melewati rumah-rumah yang memiliki tanda darah, menyelamatkan anak-anak sulung Israel. Peristiwa ini akan menjadi ketetapan yang kekal bagi bangsa Israel dan keturunan mereka.

Malam Paskah dan Tulah Kesepuluh (Keluaran 12:29-36): Sesuai dengan firman Tuhan, pada tengah malam, Tuhan membunuh semua anak sulung di tanah Mesir, dari anak sulung Firaun sampai anak sulung tawanan di penjara, dan semua anak sulung hewan. Terdengarlah ratapan yang hebat di seluruh Mesir, karena tidak ada rumah yang tidak kematian. Firaun memanggil Musa dan Harun pada malam itu juga dan memerintahkan mereka untuk segera pergi bersama seluruh bangsa Israel dari Mesir. Orang Mesir mendesak bangsa Israel untuk segera keluar, bahkan memberikan perhiasan emas, perak, dan pakaian kepada mereka, sehingga bangsa Israel menjarah orang Mesir.

Keberangkatan dari Mesir (Keluaran 12:37-42): Bangsa Israel, berjumlah sekitar 600.000 laki-laki berjalan kaki, selain anak-anak dan perempuan, berangkat dari Ramses menuju Sukot. Mereka membawa adonan roti yang belum beragi karena mereka diusir dari Mesir dan tidak sempat menyiapkan bekal. Masa tinggal bangsa Israel di Mesir adalah 430 tahun. Malam Paskah itu adalah malam berjaga-jaga bagi Tuhan karena Dia membawa mereka keluar dari tanah Mesir, dan itu harus menjadi malam berjaga-jaga bagi semua orang Israel di sepanjang generasi mereka.

Perayaan Paskah di Padang Gurun (Bilangan 9:1-14): Pada tahun kedua setelah keluar dari Mesir, Allah memerintahkan bangsa Israel untuk merayakan Paskah di padang gurun Sinai. Beberapa orang menjadi najis karena menyentuh mayat dan tidak dapat merayakan Paskah pada waktu yang ditentukan. Mereka bertanya kepada Musa dan Harun, dan Tuhan memberikan ketentuan bahwa jika seseorang najis atau sedang dalam perjalanan jauh, mereka dapat merayakan Paskah pada bulan kedua, pada tanggal 14, menjelang malam. Ini menunjukkan fleksibilitas dalam ketaatan terhadap perintah Allah, namun tetap menekankan pentingnya perayaan

Sumber & Batasan Informasi

Artikel ensiklopedia ini disusun secara eksklusif berdasarkan teks Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Platform ini menghindari spekulasi sejarah eksternal atau tradisi sekuler non-alkitabiah guna menjaga kemurnian dan ketepatan materi teologis untuk studi Anda.