Farisi


Ringkasan Kunci
Farisi adalah sebuah kelompok keagamaan Yahudi yang hidup pada zaman Yesus dan memiliki pengaruh besar dalam masyarakat Yahudi pada saat itu. Mereka dikenal karena kesalehan dan ketaatan mereka terhadap hukum Taurat, namun juga karena kesombongan dan kebiasaan mereka yang sering bertentangan dengan ajaran Yesus. Dalam Alkitab, Farisi sering disebutkan sebagai lawan Yesus dan ajaran-Nya, karena mereka tidak mau menerima Yesus sebagai Mesias dan karena mereka memiliki interpretasi yang berbeda tentang hukum Taurat.
Informasi Singkat
Detail:Farisi berasal dari kata Ibrani "perushim" yang berarti "terpisah" atau "memisahkan diri". Mereka muncul sekitar abad ke
Detail:2 sebelum Masehi dan berkembang menjadi salah satu kelompok keagamaan yang paling berpengaruh di kalangan Yahudi. Mereka memiliki keyakinan bahwa dengan mengikuti hukum Taurat dan tradisi secara ketat, mereka dapat mencapai kesucian dan memperoleh kehidupan kekal. Farisi juga dikenal karena pengetahuan mereka yang luas tentang hukum Taurat dan kemampuan mereka dalam menginterpretasikan hukum tersebut.
⚡ Peristiwa Penting & Kronologi
Farisi sering terlibat dalam perdebatan dengan Yesus tentang hukum Taurat dan interpretasinya. Mereka menentang Yesus karena Dia tidak mengikuti tradisi mereka dan karena Dia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama mereka. Yesus juga mengecam Farisi karena kesombongan dan kebiasaan mereka yang tidak sesuai dengan ajaran hukum Taurat. Dalam Injil Matius, Yesus mengkritik Farisi karena mereka membersihkan bagian luar gelas, tetapi meninggalkan bagian dalam gelas yang kotor. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Farisi lebih peduli dengan penampilan lahiriah daripada dengan kebersihan hati.
🌱 Pelajaran Rohani & Penerapan
Farisi mengajarkan kita tentang bahaya kesombongan dan kebiasaan yang tidak sesuai dengan ajaran hukum Taurat.
📖 Daftar Ayat Referensi
Sumber & Batasan Informasi
Artikel ensiklopedia ini disusun secara eksklusif berdasarkan teks Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Platform ini menghindari spekulasi sejarah eksternal atau tradisi sekuler non-alkitabiah guna menjaga kemurnian dan ketepatan materi teologis untuk studi Anda.